oleh

Wali Kota Medan Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Mewujudkan Indonesia Layak Anak

MEDAN – Dalam pembangunan Kabupaten / Kota Layak Anak, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menandatangani Nota Kesepahaman untuk bersinergi dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Kamis (8/8). Guna melindungi anak dari kekerasan di dalam keluarga serta terwujudnya hak-hak anak tersebut.

Penandatanganan yang diikuti Bupati serta Wali Kota se-Sumut ini dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenni N Rosalin, SE, Sekda Provinsi Sumut Sabrina. Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan mampu memastikan semua anak yang memerlukan perlindungan khusus mendapatkan layanan mulai dari layanan pengaduan, kesehatan, rehabilitasi sosial, bantuan hukum sampai pada layanan reintegrasi serta mencegah kekerasan terhadap anak.

Dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaayadi mengatakan bahwa betapa pentingnya menjaga perlindungan anak. Akibat orang tua yang tidak bertanggung jawab kepada anaknya, anak tidak dapat mendapatkan haknya.

“Jangan jadi orang tua kaleng-kaleng jadi orang tua yang benar. Benar-benar dan memahami betul dalam melindungi anak,” kata Gubernur Sumut.

Selain itu, Gubsu juga mengungkapkan masih ada orang tua yang memukul anaknya karena hal sepele. “Saya liat ada anak yang lari-lari kemudian orang tuanya memanggilnya kebelakang lalu si anak tersebut di pukul,” sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat se Sumatera Utara untuk ikut serta dalam memenuhi hak anak salah satunya dengan turut menyangi anak-anak disekitar kita.

“Kita bisa lihat contoh di jepang pada saat anak kecil menyebrang mobil pengendara tersebut mengalah dengan para pejalan kaki, itu tandanya saling menghormati sehingga anak-anak tersebut pada saat jalan aman, tidak seperti di Sumatera Utara yang tidak mau mengalah dengan para pejalan kaki,” ungkapnya.

Usai menghadiri penandatanganan tersebut, Wali Kota mengapresiasi serta mendukung dengan diadakannya penandatanganan ini. Wali Kota berharap dengan adanya penandatanganan ini, kekerasan yang terjadi pada anak berkurang serta para orang tua tidak ada lagi yang melakukan kekerasan pada anak.

“Saya harap dengan adanya penandatanganan ini, kita semua dapat mengawasi para orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri. Jika kita mendapati orang tua yang melakukan tindakan kekerasan dapat segera kita laporkan kepada Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Medan,” harap Wali Kota.

Dihadapan Gubernur dan Bupati / Wali Kota se Sumateta Utara, selanjutnya, Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak dari Kementerian PPPA Republik Indonesia Lenni N Rosalin, SE MSc memaparkan percepatan Provinsi Sumatera Utara menuju Provinsi Layak Anak (Provila).(Red)

Komentar

Berita Lainnya