oleh

Sedih Benar, RS Methodist Susanna Wesley Diduga Abaikan Pasien BPJS Kesehatan

MEDAN – Heri Hanafiah (43) warga Tanjung Anom, kecewa melihat pelayanan dokter di rumah sakit swasta Methodist Susanna Wesley yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap pasien. Hal ini dialami oleh Heri dan Istrinya bernama Maya saat membawa anak mereka bernama Muhammad Garang Prakoso (4) saat dirujuk kerumah sakit yang berada di Jalan Pasar 3 Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang.

Kepada wartawan, Heri yang bekerja sebagai karyawan wiraswasta di Kota Medan ini mengaku mendapat pelayanan kurang baik saat membawa anaknya yang sedang demam tinggi di rumah sakit Methodist Susanna Wesley, Rabu (15/1/19), oleh seorang dokter perempuan dengan ciri-ciri berkulit coklat, berbadan gemuk dan berambut ikal sebahu. Kamis, (16/1/19).

“Saya tidak sempat pula menanyakan namanya bang, tapi saat itu, dokter tersebut mengatakan kepada kami, hari ini masih pagi, puskesmas masih buka, kenapa langsung di bawa ke sini (rumah sakit Methodist-red), bawa dulu ke klinik, nanti klo sudah diatas jam 4 sore baru bawa kemari,” kata Heri menirukan ucapan sang Dokter.

Diterangkan Heri, bahwa anaknya mengalami demam tinggi dirumah pada sore, (Selasa, 14/1/19) dan oleh istrinya dibawa berobat ke klinik  terdekat. Oleh dokter yang di klinik disarankan jika panas anaknya tidak turun juga, segera di bawa ke rumash sakit. Karena demam anak mereka tidak turun juga, akhirnya Heri dan Istinya membawa anak mereka itu ke Rumah Sakit Methodist Suzanna Wesley. Namun dirumah sakit tersebut, saat bertemu dengan dokter, Heri dan Istrinya tidak dilayani dengan baik, malah dokter bertubuh gemuk berkulit cokelat itu malah menyuruh membawa anak mereka terlebih dahulu berobat ke puskesmas.

” Kami sudah jelaskan kepada dokter itu, anak kami sudah dibawa ke klinik sebelumnya, karena panasnya tidak turun juga, makanya takut terjadi apa-apa sehingga dibawa ke rumah sakit. Akhirnya, dokter tadi meminta agar di cek darah dan types dengan catatan jika tidak terbukti positip terkena DBD, maka pihak keluarga pasien di bebankan biaya dan jika hasil laboratorium terbukti positif DBD, maka pasien tidak dikenakan biaya, karena memang kami merupakan pasien peserta BPJS Kesehatan dari Pemerintah,” ujarnya.

Singkat cerita, tambah Heri, hari itu juga keluarlah hasil Lab, yang menyebutkan, anak mereka positip menderita penyakit DBD, meskipun belum parah, namun trombosit tubuhnya berkurang. Namun yang membuat kesal, Dokter yang menjanjikan jika terbukti positip DBD tidak akan membayar karena sudah ada BPJS Kesehatan, namun mereka disuruh membayar biaya pemeriksaan darah anak mereka sebesar Rp.175 ribu. ” Kami peserta BPJS Kesehatan dan tadi kata dokter tidak bayar jika positip DBD, kami bukan suka anak kami kena penyakit DBD, tapi janganlah mempersulit kami, anak kami butuh perawatan bukan diskusi, demi untuk kesehatan dan keselamatan anak saya, terpaksa saya bayarkan. Dan setelah kami bayar, Dokter itu malah menyuruh kami pulang dan tidak memberikan obat kepada anak kami, saat kami mempertanyakan obat, pihak rumah sakit mengatakan jika butuh obat kami harus bayar,” ungkapnya kesal.

Sambungnya, apa memang harus bayar, sementara mereka adalah peserta BPJS Kesehatan pemerintah. ” Apa memang, pasien peserta BPJS Kesehatan membayar obat atau pemeriksaan lainnya,” ucap Heri terheran-heran.

Akhirnya, Heri dan istrinya pulang membawa anaknya yang masih demam dan tidak dirawat inap dan  tidak ditangani oleh dokter sambil mengeluh kesal terhadap pelayanan di rumah sakit Methodist Suzanna Wesley tersebut.

Heri berharap, pihak BPJS Kesehatan memberikan sanksi berupa teguran dan sanksi administrasi kepada pihak rumah sakit Methodist Suzanna Wesly Medan, agar rumah sakit tersebut dapat memperbaiki pelayanan di rumah sakit tersbeut, karena pasien mempunyai hak untuk memperolah pelayanan kesehatan dan jangan ada pilih kasih terhadap pelayanan kesehatan bagi pasien.

Menanggapi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B mengatakan, pihak rumah sakit Methodist Suzanna Wesley seharusnya jangan mempersulit pasien yang datang berobat, utamakan dahulu pelayanan penanganan pasien, jangan melihat pasien dari kondisi ekonomi semata, karena fungsi rumah sakit itu yang utama adalah menolong pasien sehingga sakitnya dapat sembuh.

” Apalagi pasien datang kerumah sakit membawa anaknya yang sedang demam, bisa saja karena panik mereka hanya tahu agar anaknya segera sembuh, bukan malah ditanyai sudah kesana atau sudah kesini, apalagi pasien juga merupakan peserta BPJS Kesehatan,” terang Wong yang merupakan politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan dari Dapil 3 ini.

Terpisah, Kabid Pelayanan BPJS Kota Medan, Yanto ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya mengatakan agar pasien menuliskan kronologis kejadian yang dialami dirumah sakit tersebut agar pihak BPJS Kesehatan bisa meneruskan ke pihak rumah sakit.(Red)

Komentar

Berita Lainnya