oleh

DPRD Medan Minta Polisi Razia Hiburan Malam dan Petasan

MEDAN – Menjelang bulan suci Ramadhan 2019/1440 H, diminta Polisi melakukan razia di tempat hiburan malam dan petasan yang mengganggu aktivitas beribadah.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Sabar Syamsurya Sitepu, mengatakan pihaknya mempercayakan hal ini kepada pihak kepolisian.

“Polisi harus mengantisipasi asmara subuh yang mengotori acara-acara Ramadhan. Asmara subuh itu tidak ada dalam ajaran Islam dan jamgan dibudayakan. Tolong para keluarga, anaknya atau segala macamnya diingatkan, mati kita tingkatkan takwa kita di Ramadhan kali ini, kita gak tahu umur kita sampai kapan,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (05/05/2019).

Untuk itu, Politisi senior dari Fraksi Partai Golkar ini mengajak kalangan masyarakat untuk mengekspose kegiatan yang terjadi pada asmara subuh.

“Masyarakat seperti Kaum Ulama ataupun segala macam harus mengekspose kegiatan terkait asmara subuh agar tidak terjadi penyalahgunaan Ramadhan,” katanya.

Saat dimintai tanggapan wartawan, mengenai maraknya petasan musiman pada hari-hari tertentu, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan tersebut menegaskan agar petugas kepolisian melakukan razia.

“Kita berharap itu jangan ada lagi, maunya ada perubahan-perubahan. Apalagi, situasi politik hari ini tidak menentu, jangan ada lah petasan itu, supaya di razia total. Karena apa,  dengan petasan itu kita gak tahu suara letusan atau suara tembakan. Jadi, kita minta itu ditertibkan lah, pertama Kepolisian menertibkan itu dan kedua Polisi menertibkan asmara subuh,  tapi kita himbau juga masjid-masjid, Ustad-Ustad, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan segala macam menghimbau jama’ah maupun anak dan keluarga agar tidak ikut-ikutan asmara subuh, karena itu tidak ada dalam ajaran agama dan dapat mencederai umat Islam itu namanya,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Berita Lainnya