oleh

Diduga Jual Bika Ambon Berjamur, Rajudin Sagala: Cabut Izin Toko Roti Yang Bermasalah

MEDAN – Beredarnya informasi di semua media lokal di kota medan tentang adanya sebuah toko roti yang menjual bika ambon berjamur alias kadaluarsa membuat warga semakin kuatir akan sejumlah roti yang di pasarkan mengalami hal yang sama akibat kurangnya pengawasan dari Dinas terkait.

Atas kejadian tersebut membuat Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Rajudin Sagala angkat bicara.

“Seharusnya Roti yang sudah tidak layak dimakan jangan diperjual belikan lagi kepada konsumen,sebab bisa menimbulkan berbagai masalah.Baik masalah kesehatan bagi yang memakannya,terlebih akan menimbulkan masalah hukum bagi penjual dan pemiliknya (Owner). Sebab ini bisa dikenakan pasal pembohongan publik dan sangsinya pencabutan atas izin operasional Toko Roti tersebut”,ucap Rajudin Sagala S.Pd.I,S.kepada wartawan diruang Kerjanya,Rabu (10/7/2019).

Rajudin mengatakan, seharusnya pemilik toko roti mencamtumkan tanggal expdate di setiap bungkusan roti yang mereka jual. “Jangan lagi roti yang sudah berjamur masih di pajang di Etalase toko,kemudian di jual kepada masyarakat tanpa adanya tindakan pengawasan oleh karyawan maupun pemilik toko tersebut”,terangnya.

Anggota Komisi C DPRD ini berharap agar dinas terkait seperti, Dinas UMKM,Dinas Kesehatan dan Balai POM saling berkordinasi dan menindak tegas seluruh pengusaha makanan yang sudah terdaftar di Instansi mereka dan terindikasi merugikan masyarakat luas khususnya warga kota medan. “Saya minta berikan sanksi bagi toko roti yang menyalahi aturan pemerintahan,”pungkasnya.

Diketahui, toko roti berlogo “AROMA” yang berada dijalan Medan – Amplas, Sumatera Utara, diduga menjual bika ambon yang sudah kadaluarsa.

RD (27), warga Kota Medan membenarkan bahwa dirinya telah membeli makanan siap saji, bolu Bika Ambon yang di jual belikan oleh toko Outlet Roti Aroma, jalan Medan – Amplas untuk bingkisan dalam acara lamaran calon istrinya.

“Saya belinya malam Minggu tanggal 29/6/2019, pukul 20.20 wib. Bika Ambon itu saya beli untuk acara lamaran di keluarga calon besan saya. namun saya terkejut, saat paginya calon abang ipar saya makan bika ambon itu sudah berjamur. padahal saat saya beli, karyawannya mengatakan bolu bika ambon itu baru” ujar RD kepada Wartawan.

Hal yang sama dikatakan IS (47), yang juga calon abang ipar RD. dirinya mengaku terkejut saat memakan bolu bika ambon dari toko Roti Aroma yang sudah berjamur. lalu IS menghubungi adiknya RD untuk menelfon dan menjelaskan bahwa bika Ambon yang di belinya itu sudah berjamur.

“Saya hubungi adik saya, dia bilang bika ambon itu baru di belinya di toko roti Aroma jalan Medan – Amplas malam minggu, tanggal 29/6/2019, setelah habis sholat isya, pukul 20.20 wib. jadi kami hari seninnya datang komplin ke toko,”kata Is.

Sementara, Pihak Menagement Toko Roti Aroma di ketahui bernama Surya saat di konfirmasi juga membenarkan bahwa produk yang di beli memang dari Toko Roti Aroma. namun dirinya mencurigai lantaran konsumen yang komplin tidak miliki struk pembelian.

“Memang benar produk Bika Ambon ini adalah produk kami. kami atas nama menagement Toko Roti Aroma, berterima kasih kepada konsumen yang melaporkan peristiwa ini. ini akan menjadi masukan kami. tapi kami belum yakin bahwa produk ini punya kami, lantaran tidak ada struk pembeliannya” kilah Surya kepada Wartawan.

Saat di tanyakan dan dimohonkan kepada Surya, bahwa toko Aroma tersebut memiliki pengaman CCTV sehingga sangat memudahkan untuk pengecekan bersama untuk mengetahui pembelinya lantaran struknya hilang, Surya mengaku bukan tekinisnya untuk mengecek CCTV tersebut.

“Terkait dengan dimohonkan CCTV tersebut, itu bukan teknis saya. jadi saya meminta waktu untuk beberapa hari untuk pengecekannya. paling tidak 1 hari sudah selesai” janji Surya kepada awak media. (Red)

Komentar

Berita Lainnya